Birukuning

Setelah Sekitar 6,5 Jam di Bandar Lampung, Kembali ke Jawa Via Bandara Soekarno-Hatta dan Stasiun Gambir

IMG 20220119 WA0060 - Setelah Sekitar 6,5 Jam di Bandar Lampung, Kembali ke Jawa Via Bandara Soekarno-Hatta dan Stasiun Gambir
foto Dok

JAKARTA,- Tiga hari terakhir, Senin sampai Rabu (17-19/1/2022) TUHAN memudahkan perjalanan saya. Meninggalkan rumah Bogor pada Senin dini hari pukul 02.00. Langsung ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.

Setelah itu ke Surabaya, Malang, Palembang, Bandar Lampung, kembali ke Bandara Soekarno-Hatta. Terus ke Stasiun Gambir. Naik kereta Bima ke Yogyakarta.

Di sepanjang perjalanan dan hampir di tiap kota, TUHAN mengirimkan “malaikat” yang wujudnya manusia. Mereka yang memudahkan semua aktivitas saya. Alhamdulillah…
Rabu tadi pagi sekitar pukul 04.00, bersama Tezar Ardiansyah dari kantor Pegadaian Wilayah III Palembang, saya meninggalkan Hotel Arista Palembang menuju Bandar Lampung. Setelah sehari sebelumnya, Selasa siang sejak tiba di Kota itu dari Surabaya, hingga malam jadwal saya padat sekali.

Begitu mendarat di Bandara Sutan Mahmud Badaruddin II Palembang, langsung dijamu makan siang oleh Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sri Mulyono Herlambang Palembang, Kolonel Pnb Hermawan Widhianto di resto Beringin. Dia didampingi para pejabat utamanya.

Baca Juga : Keren Ini Sosok Kapten Arm Ardi Waskita, Perwira Yonarmed 1/Roket/AY/2/2 Kostrad, Alumni Diklapa II Di Brasil

Sesudah itu silaturahim kepada Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Palembang Imam Sjahbandi di kantornya. Bapak tiga putra itu dengan ramah menerima saya.

Meski sekitar empat bulan lagi pensiun, namun Imam tetap semangat menuntaskan pekerjaannya. Sungguh merupakan keteladanan yang perlu dicontoh semua orang.

Setelah itu saya mememui Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi di kantornya. Sebelum memulai diskusi kami lebih dulu sholat Ashar berjamaah di masjid yang letaknya di bagian belakang kantor itu.

Berbagai Topik Menarik
Seusai sholat Ashar, kami berdua melihat bangunan megah empat lantai yang merupakan karya Agus. Menurutnya Kepala Staf Angkatan Darat Dudung Abdurachman yang akan meresmikannya.

Sesudah itu kami ngobrol santai. Membahas berbagai topik menarik termasuk perjalanan hidup Agus hingga sukses seperti sekarang ini.

Begitu asyiknya kami diskusi, tidak terasa lebih dari dua jam. Saya banyak belajar dari semua yang disampaikan Agus.

Saya pamit menjelang Magrib. Agus bersiap-siap pulang untuk istirahat.

Dalam suasana hujan lebat, saya menemui Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Palembang Kolonel Laut (P) Filda Malari yang beberapa tahun terakhir aktif mengembangkan Indonesia Brain Camp. Dia yang didampingi beberapa stafnya dengan semangat menceritakan rencana besarnya untuk turut mencerdaskan anak bangsa.

Saya mendukung penuh program mulia tersebut. Antara lain dengan menyampaikan beberapa masukan untuk pengembangannya.

Setelah itu saya ke Hotel Arista. Sudah menunggu salah seorang anggota Polresta Palembang Bripka Muhammad Murlan yang didampingi istri Reva Noprina dan anak Ariska Kirana Putri.

Kami ngobrol santai. Sekaligus saya menanyakan kesan-kesan mereka yang baru liburan ke Bogor, Bandung, dan Jakarta.

Sebelum istirahat saya menemui Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko yang sengaja menyempatkan waktu untuk datang ke Hotel Arista tempat saya menginap. Kami ngobrol banyak hal hingga pukul 23.00.

Selama ini Gumuruh banyak membantu saya terutama mengenalkan ke teman-temannya. Pria yang sangat rendah hati itu tahu persis bahwa saya senang silaturahim dan menambah kawan.

Silaturahim Lancar sekali
Begitu Gumuruh pamit, saya langsung ke kamar untuk istirahat. Hanya tidur beberapa jam saja. Pukul 04.00 sudah meninggalkan hotel itu.

Perjalanannya sekitar 3,5 jam. Lewat jalan tol yang di beberapa bagian berlubang. Ada yang sedang diperbaiki.

Selain itu, di sebagian perjalanan gelap. Tidak ada lampu penerangan jalan. Pengemudi harus hati-hati agar tidak mengalami kecelakaan.

Begitu tiba di Bandar Lampung saya langsung ke Kantor Pusat PTPN VII di Jalan Teuku Umar no 300. Lebih dulu menemui Senior Executive Vice President Budi Susilo. Setelah itu didampingi Budi silaturahim ke Direktur perusahaan itu Ryanto Wisnuardhy.

Saya lebih banyak menyimak semua yang disampaikan Ryanto. Terutama program kerjanya dan hasilnya setelah menjabat Direktur sekitar sembilan bulan.

Silaturahim selanjutnya ke Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Drajad Brima Yoga di kantornya. Kami mendiskusikan beberapa hal yang aktual.

Yoga sebelumnya lama menjadi Atase Pertahanan Republik Indonesia di Arab Saudi. Sekitar lima tahun. Mulai dari pangkatnya Kolonel hingga Brigjen.

Kami menghentikan diskusi saat azan sholat Zuhur. Bersama-sama sholat di masjid yang ada di komplek kantornya.

Setelah itu saya pamit. Ditemani Budi ke Bandara Radin Intan II Lampung Selatan. Selama kami di perjalanan protokol PTPN VII di Bandara itu Muslihudin menguruskan tiket pesawat saya.

Meski pengurusan tiketnya mendadak namun lancar sekali. Sekitar sejam saya menunggu sebelum pesawat Lion Air yang saya naiki tinggal landas.

Penerbangannya sekitar 35 menit. Begitu pintu pesawatnya dibuka di Bandara Soekarno-Hatta, sudah menunggu _Station Manager_ Lion Group Cengkareng Mamat Gunawan. Sedangkan stafnya Jamaludin mengurus dua bagasi saya agar cepat keluar dari pesawat.

Sore tadi sudah tidak ada penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Yogyakarta. Saya memutuskan naik kereta Bima dari Stasiun Gambir Jakarta. Bergabung dengan Ero dan Darmadi yang tujuannya sama.

Perjalanan dan semua aktivitas silaturahim saya tiga hari terakhir ini lancar sekali. Seluruhnya karena TUHAN yang telah banyak mengirimkan “malaikat” yang wujudnya manusia untuk membantu saya. Alhamdulillah…

Ist

aripudding

Add comment