Birukuning

Kini Kabupaten Madiun Miliki Monumen Alutsista TNI AL

IMG 20220116 WA00152 1024x616 - Kini Kabupaten Madiun Miliki Monumen Alutsista TNI AL
foto Pen Lantamal V

MADIUN,- Keindahan Madiun Jawa Timur saat ini semakin bertambah, hari ini TNI AL meresmikan tiga monumen Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bersejarah milik TNI AL yang dibangun melalui Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya, di dua lokasi berbeda yaitu, Monumen Pesawat Nomad N-24 P-843 dan Ranjau Tanduk, Tank Amfibi PT-76 Korps Marinir TNI AL, serta Meriam M-30 Howitzer 122 MM. Monument tersebut diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, Minggu (16/1/2022), di Taman Kota Caruban Asti, Kabupaten Madiun.

BACA JUGA
Komandan Lanud Sugiri Sukani Majalengka, Buka Pelatihan Pembentukan Karakter

Istimewanya, ketiga Alutsista yang kini menghiasi Kabupaten Madiun tersebut telah digunakan pada berbagai operasi maupun latihan yang dilaksanakan oleh TNI AL dalam menegakkan Kedaulatan NKRI. Termasuk pada operasi-operasi perjuangan yang tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

“Pembangunan monumen ini untuk sarana edukasi, sekaligus menumbuhkan jiwa patriotisme, serta nasionalisme generasi muda, TNI AL memberikan tiga Alutsista bersejarah yang telah digunakan dalam berbagai operasi dan penugasan sebagai monumen di wilayah Kabupaten Madiun”, ungkap Kasal Laksamana TNI Yudo Margono.

Pesawat Patroli Maritim Nomad N-24 yang menjadi monumen di Taman Kota Caruban Asti, merupakan unsur yang digunakan sebagai kepanjangan mata dan telinga dari KRI TNI AL dalam operasi dan berbagai latihan. Pesawat dari jajaran Puspenerbal ini merupakan pesawat buatan Australia tahun 1984, memiliki panjang 14,34 meter, dengan lebar 16,53 meter, dan telah menyelesaikan masa baktinya di TNI AL pada tahun 2012.

Tank Amfibi PT-76 yang saat ini salah satunya berada di lokasi Exit Tol Dumpil, merupakan kendaraan lapis baja buatan Uni Sovyet tahun 1951 dan masuk jajaran TNI AL pada tahun 1964. Tank Amfibi ini telah digunakan Korps Marinir TNI AL pada berbagai operasi mulai dari operasi Dwikora di Kalimantan tahun 1964-1965, Operasi Seroja di Timor Timur tahun 1975-1979, hingga Operasi Pemulihan Kemanan di Aceh tahun 2002-2005.

Meriam M-30 Howitzer yang juga berada di exit tol Dumpil merupakan Meriam buatan Uni Sovyet tahun 1939, memiliki kaliber 122mm senjata ini mampu memukul lawan hingga jarak 11,8 Km. Senjata Artileri Medan yang juga digunakan oleh Korps Marinir TNI AL sejak 1961 ini, juga telah melewati berbagai operasi seperti Trikora, Dwikora dan Operasi Seroja.

Dengan adanya monumen Alutsista TNI AL tersebut, selain menambah keindahan wilayah Kabupaten Madiun, juga diharapkan dapat menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme, serta heroisme perjuangan para prajurit TNI AL pada masyarakat khususnya bagi generasi muda.

Demikian siaran Pers Dinas Penerangan Lantamal V.

aripudding

Add comment