Birukuning
tiny 20201020083952 - Teguh Setyabudi: Pilkada Momentum Perlawanan terhadap Covid-19 di Kaltara

Teguh Setyabudi: Pilkada Momentum Perlawanan terhadap Covid-19 di Kaltara

TANJUNG SELOR – Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) masih menjadi perhatian konsentrasi masyarakat dunia. Tidak terkecuali di Tanah Air dan di Kalimantan Utara khususnya.

Negara telah membulatkan niat menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di sejumlah daerah di tengah bayang-bayang bencana nonalam Covid-19.

Di Kalimantan Utara, penyelenggaraan kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur tengah berlangsung sejak 26 September dan baru akan berakhir pada 5 Desember 2020 mendatang. Tahapan yang sama juga berjalan pada pilkada di empat kabupaten di Kalimantan Utara yakni Kabupaten Nunukan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinai, dan Kabupaten Tana Tidung.

Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Kalimantan Utara Teguh Setyabudi menggarisbawahi pilkada di Kalimantan Utara harus sukses dan aman Covid-19.

“Saya tidak mau pilkada di Kalimantan Utara menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Justru yang kita harapkan adalah pilkada momentum baru perlawanan terhadap Covid-19,” tegas Teguh Setyabudi saat bersua dengan para jurnalis di Tanjung Selor, Bulungan, Selasa (20/102020) di ruang rapat gubernuran.

Titik tekan Pjs Gubernur ada pada empat hal. Pertama, pada tahap debat peserta pilkada harus mengangkat tema penanggulangan Covid-19 secara luas dan mendalam.

“Seperti apa peserta pilkada memaparkan program penanggulangan Covid-19 di daerah. Baik dari segi medical solution, jaring pengaman sosial, dampak ekonomi, dan program jangka panjang pembangunan bidang kesehatan. Itu yang harus dikuatkan dalam kampanye,” sebutnya.

Kedua, kampanye peserta pilkada sebaiknya dilaksanakan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Peserta pilkada harus merubah mindset dan bertransformasi dari dulunya mengumbar program dan janji politik di tengah kerumunan pendukung, menjadi mengambil perhatian publik melalui media daring.

“Saya bahkan sudah meminta semua peserta pilkada calon untuk berinovasi membuat flyers, video-video pendek, lalu disebar ke media sosial seperti Instagram dan Facebook. Di saat seperti ini, kampanye tidak diukur dari banyaknya orang yang menghadiri, tetapi bagaimana kualitas kampanye itu sendiri dan bagaimana publikasi,” tuturnya.

Poin ketiga, Pjs Gubernur Teguh Setyabudi meminta semua peserta pilkada menyebar alat dan bahan kampanye yang memberi manfaat besar dalam upaya penanggulangan Covid-19. Misalnya membagikan masker kepada masyarakat dan membagikan instalasi dan sabun cuci tangan maupun cairan disinfektan/antiseptik.

“Boleh membagikan masker bergambar, kemasan sabun yang bergambar foto pasangan calon peserta pilkada. Saya minta dan saya harap peserta pilkada menonjolkan hal itu,” sebutnya.

Keempat, kampanye adalah momentum beradu gagasan pembangunan, pelayanan publik, dan pemerintahan. Ia meminta semua pihak bersikap dewasa berdemokrasi. Kampanye tidak harus menjatuhkan lawan politik, berkampanye berbau SARA, menyebarkan berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, dan menggunakan politik uang.

“Masa kampanye justru perlu dijadikan sebagai wadah untuk saling mengenal, silaturahmi, saling mengetahui visi misi, bukan saling menjatuhkan. Dan saya tekankan agar masyarakat menolak politik uang. Mendingan uang itu dibelikan masker dan sabun cuci tangan, jauh lebih banyak manfaatnya,” sebutnya.

Teguh Setyabudi akan mengemban amanah sebagai Pjs Gubernur Kalimantan Utara selama 71 hari atau sampai 5 Desember 2020 nanti. Ia menargetkan partisipasi pemilih di Kalimantan Utara mencapai 75 persen.

“Saya tidak hanya membutuhkan dukungan dari KPU dan Bawaslu serta aparat keamanan untuk suksesi pilkada serentak di Kalimantan Utara. Tetapi dukungan semua tokoh termasuk media massa sangat saya butuhkan dalam rangka suksesi pikada yang aman Covid-19 dan partisipasi tinggi,” tuturnya. (*)

Add comment