Birukuning
IMG 20200716 192237 - Aliansi MABAR: Puluhan Mahasiswa Ibu Kota Kaltara Menggelar Aksi Tolak RUU Omnibus Law

Aliansi MABAR: Puluhan Mahasiswa Ibu Kota Kaltara Menggelar Aksi Tolak RUU Omnibus Law

Birukuning.com, BULUNGAN – Puluhan mahasiswa di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara yang tergabung dalam Aliansi MABAR (MAhasiswa BAntu Rakyat) Kabupaten Bulungan menggelar unjuk rasa menolak pembahasan dan pengesahan Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja.

Mereka ingin menyampaikan penolakan keras atas pengesahan Omnibus law RUU Cipta Kerja yang hari ini sedang dibahas DPR RI Pusat bersama Pemerintah Pusat di Jakarta.

Baca Juga: Rp. 46.6 M Resmi dikucurkan Pemkab Nunukan untuk Pelaksanaan Pilkada Nunukan 2020

Adapun Kamis ini DPR RI menggelar sidang paripurna dengan agenda Penutupan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2019-2020 di Jakarta.

Aksi tersebut digelar di depan Gedung DPRD Provinsi, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kamis (16/07/2020).

Sebelum mendatangi Gedung DPRD Provinsi, massa demonstrasi berkumpul di kampus Universitas Kaltara, kemudian melakukan long march ke gedung DPRD Provinsi sekitar pukul 10.00 WITE.

IMG 20200716 185429 300x166 - Aliansi MABAR: Puluhan Mahasiswa Ibu Kota Kaltara Menggelar Aksi Tolak RUU Omnibus Law
Sejumlah Aliansi Mahasiswa Se-Kabupaten Bulungan menggelar Aksi Menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di Depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (16/07/2020)

Adapun aksi massa ini tergabung dari Aliansi Mahasiswa Se-Kabupaten Bulungan yang terdiri dari BEM Universitas Kaltara, PMII Cabang Bulungan, HmI Cabang Tanjung Selor, dan GMNI Cabang Bulungan. Pengamatan birukuning.com, massa mahasiswa menggelar aksi demonstrasi meski diguyur hujan.

“Dalam proses aksi massa tersebut, dari 35 anggota DPRD Provinsi satupun tidak ada yang menemui kami.” ungkap Ketua PC PMII Bulungan, Didi Kadarismanto kepada awak media birukuning.com

Baca Juga: Mahasiswa STTAL Program Studi S-1 Teknik Mesin Angk 40 Laksanakan Lattek Mekanika Fluida

Lebih lanjut, pihak massa demonstran langsung menghubungi Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara Norhayati Andris via telepon untuk menindaklanjuti aksi demontrasi mereka.

“Teman-teman mahasiswa akan kami terima. Namun saat ini, anggota DPRD Provinsi sedang berada di Jakarta terkait Pembahasan RUU Omnibus Law ini. Dan saya juga belum bisa mengambil keputusan apakah menerima atau menolak RUU ini. Kami akan melakukan rapat di internal dulu. Hari selasa baru kami bisa menemui teman-teman mahasiswa.” Ungkap Norhayati Andris melalui via telepon

Para demonstran ini mendesak anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara untuk menyampaikan aspirasi mereka ke DPR RI untuk segera menghentikan pembahasan dan membatalkan pembahasan RUU Cipta Kerja di Jakarta.

“Kami sadar bahwa proses pembahasan dan pengesahan itu ditentukan oleh DPR Pusat, tapi yang kami tahu juga bahwa anggota DPRD Provinsi punya hak dan kewajiban dalam menyampaikan aspirasi kami yang ada di daerah. Apalagi kita tahu kalau di Kaltara ini banyak perusahaan-perusahaan yang menantikan disahkannya RUU Omnibus Law ini.” ucap Didi.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa rencana aksi ini juga sebagai bagian dari kepekaan kami terhadap elemen buruh atas penolakan RUU Cipta Kerja yang sangat merugikan para pekerja buruh nantinya terutama di Kaltara.

Aparat keamanan dari Kepolisian dan Pol-PP Provinsi Kaltara turut andil dalam proses pengamanan jalannya aksi massa dari para demonstran.

*(ZF)

Add comment