Birukuning
Komponen - Korem 072/Pmk Gelar Acara silaturahmi Kebangsaan dengan komponen masyarakat

Korem 072/Pmk Gelar Acara silaturahmi Kebangsaan dengan komponen masyarakat

Yogyakarta, Sabtu 18 Mei 2019,-
Untuk mempersatukan persepsi keamanan dan kenyaman serta situasi yang kondusif wilayah Yogyakarta Korem 072/Pmk melaksanakan silaturahmi Kebangsaan dengan komponen masyarakat DIY, bertempat di Monumen Diponegoro, Jum’at (17/5)

Kegiatan silaturahmi Kebangsaan mengambil tema “Guna Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Serta Indahnya Kebersamaan Dari Yogyakarta Untuk Indonesia”

Wakapolda DIY Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno mewakili Kapolda dalam sambutanya mengapresiasi Danrem atas inisiatif untuk mengumpulkan semua tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh Pemuda wilayah DIY sehingga diharapkan suasana DIY ini tetap aman dan kondusif pasca Pemilu. Dengan adanya kegiatan ini merupakan sarana untuk mendinginkan situasi .

Sementara itu Danrem 072/Pmk dalam sambutanya mengatakan tempat ini merupakan tempat bersejarah dari tempat ini Pangeran Diponegoro melaksanakan perlawanan kepada penjajah, dan pada hari ini kita berkumpul ditempat ini untuk sama-sama bertekad dan bersepakat untuk tetap menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah Yogyakarta,

Apabila Yogyakarta ingin aman maka tergantung dari niat kita bersama yang hadir disini, karena kita semua yang hadir disini mewakili masyarakat Yogyakarta, dan Alhamdulillah sampai saat ini Yogyakarta dalam keadaan aman dan kondusif, mudah-mudahan sampai selesai pengumuman hasil pemilu tetap aman dan kondusif.

Gus Miftah dalam tausiahnya menyampaikan kita harus bisa mengambil pelajaran dari gamelan yang terdiri dari berbagai jenis, jika ditabuh satu persatu akan menghasilkan suara yang tidak enak tetapi bila ditabuh bersama-sama menimbulkan harmoni suara yang sangat merdu dan indah, demikian juga bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar karena terdiri dari perbedaan-perbedaan, baik dari suku, agama dan bahasa.

Untuk saat ini mari kita jangan membanding-bandingkan para ulama hanya karena beda pilihan pada Pemilu, dan jangan menilai ulama hanya karena beda pilihan, karena ulama merupakan pewaris dari para Nabi, untuk membimbing umat kepada jalan yang benar sesuai petunjuk agama.

Pada kegiatan juga memberikan tali asih kepada anak-anak yatim, dan dihadiri sekitar 600 orang undangan.
Penrem 072

aripudding

Add comment