Beranda Pemerintahan Gubernur Ajak ASN Koreksi Diri

Gubernur Ajak ASN Koreksi Diri

HUT KORPRI : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyerahkan Satya Lencana Karya Satya XXX, XX, X Tahun PNS Provinsi Kaltara kepada perwakilan penerima simbolis di sela Upacara Peringatan HUT ke-47 Korpri, Kamis (29/11).
Irup Peringatan HUT Korpri dan Hari Guru,

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) memperingari Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Korpri sekaligus dirangkai dengan peringatan HUT ke-73 PGRI atau Hari Guru Nasional di Lapangan Agatish Tanjung Selor, Kamis (29/11). Berkaitan dengan dua peringatan ini, Gubernur berpesan kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS), atau Aparatur Sipil Negara (ASN)yang merupakan bagian dari Korpri (Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia). Termasuk kepada para guru, yang juga sebagian besarnya merupakan anggota Korpri.

Di usianya yang menginjak 47 tahun, menurut Irianto, bukan usia yang muda bagi Korpri. Gubernur mengajak kepada seluruh ASN atau dalam hal ini anggota Korpri untuk merenungi sejenak, melakukan koreksi diri apa yang sdah dilakukan selama ini. “Selama menjadi pegawai negeri apa yang sudah kita perbuat untuk negeri ini? Apakah yang kita lakukan memberikan manfaat?” kata Irianto.

Mengutip sambutan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gubernur menyampaikan, bahwa semua harus siap dengan perubahan zaman yang begitu cepat seperti sekarang. “Cara mempersiapkannya, dengan mengubah pola pikir. Kita harus berpikiran terbuka (open minded), kreatif, inovatif dan disiplin diri,” ungkap Gubernur.

Begitupun kepada para guru, Gubernur mengatakan, guru harus mempersiapkan menghadapi segala perubahan yang terjadi. “Guru tak sekedar mentransferkan ilmu, tapi juga harus bisa menjadi suri tauladan dan inspirator bagi anak didiknya. Kepada semua, terutama para pegawai di Pemprov Kaltara, tak hentinya saya berpesan, untuk selalu bersyukur. Lihat di sekeliling kita, banyak pegawai yang tak senyaman kita, mereka dengan penuh perjuangan,” urai Irianto.

“Bersyukur tidak hanya diucapkan, namun diimplementasikan dengan perbuatan, dengan bekerja yang sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab,” imbuh Irianto.

Sebelumnya, dalam amanatnya yang dibacakan Gubernur, Presiden menekankan kepada ASN diminta untuk melek teknologi. Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi dapat menjadi beban ASN dapat melayani masyarakat.

Jokowi menegaskan, Revolusi lndustri 4.0 telah membawa perubahan lanskap sosial, politik, ekonomi dan budaya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Perubahan sosial dan ekonomi yang sangat pesat tersebut katanya harus diantisipasi ASN dengan melakukan banyak penyesuaian.

Pasalnya, perkembangan teknologi informasi, terutama pengkomputeran dan media sosial, katanya memang memfasilitasi cara kerja birokrasi. Namun, teknologi tersebut juga memfasilitasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut pelayanan yang lebih baik dari ASN. “Mau tidak mau, ASN harus melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kualitas kerja dan tata kelola pemerintahan, serta menjaga akuntabilitas. Mau tidak mau, ASN harus selalu open mind, terus melakukan inovasi, menyederhanakan proses kerja, memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi, serta berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy dalam sambutan tertulisnya berkaitan dengan hari Guru Nasional menyebutkan, melalui tema HGN tahun 2018 yakni “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad XXI”, meniscayakan peningkatan profesionalisme guru. “Terutama menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan kualitas, agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Muhadjir.

Menurut Mendikbud, revolusi industri keempat yang sudah merambah ke semua sektor harus disikapi dengan arif, karena telah mengubah peradaban manusia secara fundamental. “Untuk itu, diperlukan guru yang profesional, guru yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang super cepat, untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan, dalam rangka mempersiapkan SDM yang unggul dengan kompetensi global,” tutupnya.(humas)

BERBAGI