Birukuning
IMG 20180804 WA0023 - Dukung Swasembada Pangan, Satgas Yonif 315/Garuda Panen Raya Bersama Petani Hasilkan 8,5 Ton per Hektar

Dukung Swasembada Pangan, Satgas Yonif 315/Garuda Panen Raya Bersama Petani Hasilkan 8,5 Ton per Hektar

Merauke, birukuning.com – Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan, selain menjaga perbatasan Satgas Yonif 315/Garuda juga mengimplementasikan Upsus Pajale Program TNI – AD Kementrian Pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di perbatasan.

Wujud kepedulian Satgas Yonif 315/Garuda dalam rangka mendukung program pemeritah guna membangun swasembada pangan khususnya di daerah perbatasan RI – PNG di Merauke, yang kali ini panen raya padi organic bersama masyarakat.

Kegiatan panen raya yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke Bapak Eddy Santoso, Dansatgas Yonif 315/Garuda Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, S.E., dan seluruh instansi terkait bidang pertanian bertempat di lahan persawahan masyarakat Kampung Bokem Kabupaten Merauke beberapa waktu lalu, Rabu (1/8).

IMG 20180804 WA0022 300x200 - Dukung Swasembada Pangan, Satgas Yonif 315/Garuda Panen Raya Bersama Petani Hasilkan 8,5 Ton per Hektar

Kegiatan yang diawali dengan acara pembukaan oleh kepala penyuluh pertanian lapangan (PPL) Ibu Novi, dilanjutkan dengan penen raya bersama oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke.

Dalam panen raya yang dilakukan Satgas Yonif 315/Garuda bersama petani dan melibatkan instansi terkait tersebut, menghasilkan 8,5 ton gabah kering perhektar selama 3 bulan proses penanaman dari sebar benih hingga panen raya.

Padi organik jenis Inpari 32 ini merupakan jenis bibit unggul yang baru di tanam di Indonesia dan perawatanya juga menggunakan pupuk organik.

Keterlibatan satgas Yonif 315/Garuda dalam sektor pertanian dirasakan petani cukup membantu masyarakat perbatasan khususnya di Kampung Bokem ini.

Dansatgas Yonif 315/Garuda mengatakan, ” tugas pokok kami adalah melaksankan pengamanan perbatasan termasuk didalam Kampung Bokem ini, namun kami melihat ada potensi – potensi yang belum tergali, banyak lahan-lahan kosong sehingga kami melaksanakan pendampingan dalam penanaman padi organik jenis Inpari 32 ini, kami berharap warga Kampung Bokem untuk bisa lebih produktif lagi “.

“ Panen raya ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa dari 50 hektar yang kita panen, ini adalah panen yang terakhir seluas 3 hektar. Proses penanaman padi organik yang kita tanam ini tidak menggunakan obat – obat kimia melainkan menggunakan bahan-bahan organik dan menjadi prioritas kami untuk dikembangkan, “ pungkas Eddy Santoso.

Panen raya yang dilaksanakan ini merupakan bukti rasa kebersamaan Satgas terhadap sesama komponen bangsa untuk mensukseskan program pemerintah dalam rangka mencapai swasembada pangan, dan diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh aparat pemerintah untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam pencapaian target padi khususnya di perbatasan Kabupaten Merauke.

(Pendam III/Siliwangi)

Add comment