Birukuning
TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) H Irianto Lambrie menginstruksikan kepada seluruh Aparatur Sipul Negara (ASN), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara agar pada hari pertama kerja, pasca cuti bersama Idulfitri 1439 Hijriah, Kamis (21/6) wajib kembali masuk kerja. Adapun kegiatan hari pertama kerja, diawali dengan apel khusus di Lapangan Agatish Tanjung Selor, sekitar pukul 07.30 Wita. Dengan agenda utama mendengarkan pengarahan Gubernur Kaltara. Gubernur mengatakan, kewajiban ini mengacu pada pada Surat Edaran (SE) Menteri Pndayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor : B/8/M.SM.00.01/2018, tertanggal 7 juni 2018. Disebutkan, dalam surat edaran itu secara jelas menegaskan, kepada seluruh ASN wajib masuk kerja pasca cuti bersama Idulftri pada 21 juni 2018 atau hari ini. “Saya minta kepada kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Biro agar menginstruksikan seluruh ASN, CPNS, dan PTT di instansi masing-masing untuk wajib mengikuti apel khusus, sekaligus mengikuti agenda arahan Gubernur pasca cuti bersama,” kata Irianto. Untuk penegakan disiplin dan optimalisasi pelayanan publik pasca cuti bersama hari raya Idulfitri 1439 Hijriah bagi ASN di lingkup Pemprov Kaltara agar kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara mengkoordinasikan absensi sebagaimana biasanya. “Pada pukul 10.00 Wita, saya minta rekap daftar hadir secara tertulis sudah disampaikan kepada Gubernur dan Penjabat Sekda (Sekretaris Daerah) Kaltara untuk dilaporkan hasilnya kepada Menpan-RB,” ujar Gubernur. Usai apel, dilanjutkan dengan rapat staf di ruang pertemuan lantai satu Gedung Gabungan Dinas (Gadis) Kaltara dengan peserta Penjabat Sekda, para asisten, kepala OPD dan Biro serta pejabat eselon 3 dan eselon 4 di lingkup Pemprov Kaltara. Ditegaskan, tak boleh ada ASN yang menambah cutinya setelah cuti bersama kecuali ada hal yang bersifat penting atau emergency. Lebih lanjut disampaikan, jika diketahui masih ada ASN di lingkup Pemprov Kaltara yang menambah masa liburnya tanpa alasan yang jelas, akan dikenakan sanksi oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) atau Gubernur. “Sanksinya nanti bisa berupa sanksi administratif hingga pemotongan TPP (Tambahan Perbaikan Penghasilan). Selain itu, ada sanksi lain sesuai dengan tingkat pelanggarannya,” ucap Irianto. Momen Idulfitri, Perbanyak Silaturahmi Di penghujung bulan suci Ramadan, Gubernur menyempatkan untuk bersilaturahmi ke Pondok Pesantren yang ada di Tanjung Selor, Kamis (14/6). Di antaranya Pondok Pesantren Alkhairaat dan Hidayatullah yang keduanya berlokasi di Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor. Di Alkhairaat, Gubernur bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren, sekaligus ketua Yayasan Alkhairaat Kalimantan Utara, KH Mutahar beserta para stafnya. Sementara di Hidayatullah, bersua dengan Pimpinan Wilayah Hidayatullah Kaltara Ustaz H Nuryahya Aksa dan Pembina Hidayatullah Kaltim-Kaltara, Ustaz Nursyamsa Hadis, serta beberapa pengasuh pondok pesantren. Gubernur pun mengajak seluruh masyarakat muslim untuk mampu mengimplementasikan ajaran yang ada pada Alquran. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas ibadah dan iman setelah melewati bulan Ramadan. “Betapa indahnya, jika kita mampu mempraktekkan ajaran agama Islam,” ujar Irianto, saat akan menjalankan salat Ied di Masjid Agung Istiqamah, Jumat (15/6). Dengan demikian, lanjutnya, agama Islam akan benar-benar menjadi rahmatan lil alamin. “Dengan kata lain, akan dapat membentuk masyarakat Madani,”tambahnya. Usai menjalankan salat Ied, Gubernur langsung menggelar open house di pendopo Rumah Jabatan Gubernur. Kegiatan itu dilakukan secara terbuka dengan mengundang berbagai komponen masyarakat. Tampak hadir dalam open house tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Bulungan, serta tokoh masyarakat lainnya. Melalui kegiatan tersebut, Gubernur berharap silaturahmi dengan sejumlah pihak dapat terus terjalin dengan baik. “Momen ini menjadi sarana penting bagi kita untuk merayakan kemenangan, setelah sebulan penuh menjalankan puasa. Diharapkan di hari yang fitri ini proses latihan yang telah kita jalankan selama bulan Ramadan dapat diimpelementasikan selama 11 bulan ke depan,” jelasnya. Kegiatan Gubernur, dilanjutkan pada malam dengan bersilaturahmi ke rumah tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Bulungan. Gubernur juga menghadiri silaturahmi halal bihalal Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (KBBKT-KU) di Hotel Grand Victoria, Samarinda, Senin (18/6). Gubernur mengapresiasi kegiatan tersebut, dimana dapat mengumpulkan saudara serumpun sekaligus bersilaturahmi dengan kerabat. “Semoga di bulan Syawal ini kita bisa lebih baik dan Insya Allah kita bisa bertemu di bulan Ramadan yang akan datang,” ungkap Irianto. Tak berbeda, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara H Udin Hianggio juga menggelar open house di kediaman pribadinya, di Ladang, Kelurahan Pamusian, Tarakan pada Sabtu (16/6). Tampak hadir sejumlah pejabat struktural dari jajaran Pemprov Kaltara, Pemkot Tarakan juga instansi vertikal yang ada di Kaltara.(humas)

Potensi PLTA Paling Diminati Investor

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menurut data Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebut memiliki potensi 9 titik ladang minyak. Dimana, 1 titik diantaranya terdeteksi mengandung 764 juta barrels minyak dan 1,4 triliun cubic feet gas yang terletak di Blok Ambalat. Potensi gas lainnya, tersebar di Kabupaten Bulungan, Tana Tidung dan Nunukan dengan luas cakupan 2.750 kilometer persegi dengan estimasi potensi gas yang akan dihasilkan sebesar 23 triliun cubic feet.

Potensi lainnya, yang juga paling diminati investor adalah potensi hydro power.

“Menurut data DPUPR-Perkim, masih ada lebih dari 20 sungai yang berpotensi sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Sementara ini, baru Sungai Sembakung di Nunukan dengan investor PT Hannergi Power Indonesia (potensi/kapasitas 500 MW) dan Sungai Kayan di Bulungan oleh PT Kayan Hidro Energi (potensi 9 ribu MW) yang akan dimanfaatkan,” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, belum lama ini.

Sementara, Sungai Sebuku di Nunukan dan Sungai Malinau di Bulungan belum menarik minat investor.

“Kalau dilihat dari rencana investasi PLTA-nya, maka ada 4 perusahaan akan melakukan investasi di Kaltara. Yakni, PT Kayan Hidro Energi, PT Indonesia Dafeng, PT Kaltara Energi Lestari dan PT Sarawak Energy Berhad Jo. PT Kayan Hidro Power Nusantara,” jelas Irianto.

Tiap perusahaan itu memiliki partner dalam melaksanakan kegiatannya. PT Kayan Hidro Energi untuk investasi pembangunan bendungan PLTA di Sungai Kayan, menurut tabel rencana investasi PLTA milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memiliki 4 partner. Yakni, Power Construction Of China, Sinohidro Corp, Ltd., Metalurgical Corp. Of China, Shanghai Electric Company.

“PT Kayan kini sedang mengurus izin konstruksi bendungan di Komisi Keamanan Bendungan,” urai Gubernur.

Sementara PT Indonesia Dafeng memiliki partner Gezhouba, dalam bentuk persetujuan kontrak kerja sama. Perusahaan ini akan membangun PLTA di Sungai Bahau dengan potensi 1.000 MW, dan Sungai Kayan (8 ribu MW). Lalu, PT Kaltara Energi Lestari berpartner dengan HAN Energy untuk membangun PLTA di Sungai Sembakung (250 MW), serta PT Serawak Energy Berhad Jo. PT Kayan Hidro Power Nusantara yang berpartner dengan China Power, Gezhouba dan State Grid of China untuk membangun PLTA di Sungai Mentarang.

“Kedua investor terakhir, PT Kaltara Energi Lestari dan PT Serawak Energi Berhad kini tengah melaksanakan proses AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan),” ungkap Irianto.

Gubernur juga memastikan, setiap peluang investasi di Kaltara terinformasikan dengan baik ke dunia luar, utamanya kepada para calon investor. Tak terkecuali potensi energi biofuel.

“Di Kaltara, luas peruntukkan lahan perkebunan mencapai 808.900 hektare yang tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau dan Tana Tidung,” kata Gubernur.

Menurut data yang ada, realisasi tanam di area tersebut mencapai 206.793,36 hektare dan berpotensi menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) sebesar 827.173 ton per tahun.

“Sampai saat ini sudah ada 15 perusahaan besar swasta yang beroperasi dengan nilai investasi sebesar Rp 3,05 triliun,” papar Irianto.

Dan, kepada para investor yang ada, Gubernur sangat menyarankan untuk membangun pabrik CPO di areal kerjanya. Dengan begitu, akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan membantu pemerintah membangun daerah.

“Kalau memungkinkan, dibuat juga industri hilir dari CPO itu. Jika terwujud maka akan mampu mempercepat kemajuan daerah, juga Kaltara,” tutupnya.(humas)

aripudding

Add comment