Birukuning
PicsArt 05 17 11.09.34 - Hakim Sarankan Saksi Cari Pengacara Yang Paham Hukum

Hakim Sarankan Saksi Cari Pengacara Yang Paham Hukum

TARAKAN, birukuning.com – Sidang lanjutan perkara perdata antara Bina Bahari melawan PT SKA dan PT CSDA semakin menarik. Mengapa tidak, dalam persidangan dengan agenda masih pemeriksaan saksi dari pihak Bina Bahari tersebut majelis hakim tampaknya tak dapat membendung emosi dan kekesalannya. Saking kesalnya, hakim kerap menyarankan saksi untuk mengganti pengacara yang mewakili pihak Bina Bahari dalam perkara ini.

“Sebaiknya bapak (saksi) mencari pengacara yang tahu hukum, sehingga gugatannya tidak asal-asalan, Itu dapat merugikan bapak,” ujar Ketua Majelis Hakim, Kurnia Sari Alkas dalam persidangan, Rabu (16/5).

Mendengar hal itu, Pengacara Bina Bahari, Jerry Fernandez hanya terlihat kebingungan dengan kata yang dilontarkan majelis hakim tersebut. Sepatah katapun tak keluar dari mulut pengacara muda itu melainkan hanya menganggukkan kepala.

Bermula ketika saksi Bina Bahari, H Nurdin Heppa dan Tajuddin selesai menjawab pertanyaan yang dilontarkan sang pengacara, kemudian hakim sempat mempersilahkan Tergugat untuk bertanya namun Tergugat menolak dan oleh hakim kesempatan tersebut diambil alih sendiri oleh majelis hakim.

Hakim Herbert G. Uktolseja pun memulai dengan beberapa pernyataan yang cukup menohok dan cukup menyudutkan pengacara Bina Bahari. “Jadi sebelumnya kepada kuasa penggugat mohon untuk mengerucutkan pertanyaan sehingga tidak bias,” kata Hakim Herbert kepada Kuasa Penggugat. Setelah mengeluarkan pernyataan itu, Hakim Herbert pun mulai mempertanyakan sejauh mana pengetahuan saksi terhadap legalitas organisasi Bina Bahari.

Atas pertanyaan itu, pengacara Bina Bahari pun spontan berusaha meluruskan pertanyaan sang hakim kepada saksi dengan mengulang kembali pertanyaannya dan sebelumnya menangkis tudingan sang hakim yang menganggap pertanyaan pengacara mengandung bias.

“Saya akan meluruskan kembali pernyataan dan pertanyaan sang majelis karena menurut saya yang disampaikan dan ditanyakan yang mulia majelis justru mengandung bias,” tangkis Jerry dilanjut dengan kembali menanyai saksi.

Tibalah kesempatan Ketua Majelis yang secara bertubi-tubi mengeluarkan berbagai tudingan dan pernyataan-pernyataan kepada saksi mulai dari keharusan menggarap lahan disertai sertifikat terlebih dahulu dan pernyataan bahwa perkara ini dinilai sudah diputus dan telah berkekuatan hukum tetap sehingga dinilai tak pantas untuk diperiksa kembali.

“Ini kan perkara sudah diputus, kami cuma tidak enak saja untuk menolak gugatan, lagipula memangnya bapak telah memiliki sertifikat sehingga berani menggarap lahan tersebut?” tanya Kurniasari Alkas kepada saksi. Pertanyaan itu seolah mengusik sang pengacara dan segera mengajukan interupsi sembari mengangkat tangan. Tak senang dengan interupsi tersebut, Kurniasari Alkas langsung menuding pengacara Jerry Fernandez sebagai pengacara “kemaren sore” dan tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman hukum sama sekali.

“Kamu itu bener-bener pengacara kemaren sore ya, tidak beradab, seharusnya kamu tahu aturan, jangan sembarangan, belajarlah sama senior-senior,” tandas Kurniasari Alkas kepada Jerry Fernandez. Sang pengacarapun langsung terdiam. Diamnya sang pengacara membuat Kurniasari Alkas kembali melanjutkan kata-katanya. Bahkan kepada saksi yang merupakan prinsipal sang pengacara, hakim memberikan saran agar para saksi harus jeli dalam memilih pengacara.

Sebab, kata Kurniasari Alkas, kalo memakai jasa pengacara yang tidak tahu aturan hukum maka akan berakibat merugikan pihak bina bahari. Secara terang-terangan, Kurniasari berkali-kali menyebut Jerry Fernandez adalah pengacara “abal-abal”. “Jadinya begini nih kalo makai pengacara abal-abal, hal yang seharusnya dipakai sebagai upaya hukum jadi salah, selain itu memang perkara yang begini tidak bisa diperiksa kembali,” terang Kurniasari Alkas dengan keyakinannya.

Kepada seluruh pengunjung sidang yang notabene kebanyakan massa Bina Bahari, Kurniasari Alkas kembali melakukan klarifikasi terkait ditolaknya para saksi yang dihadirkan pada agenda sidang sebelumnya. “Lihat ya bapak-bapak, berita di media online ith semuanya memelintir, padahal kami tidak sama sekali menolak saksi, buktinya saksi yang dihadirkan sekarang tidak kami tolak meski berhubungan dengan perkara terdahulu,” ujarnya.

Kurniasari Alkas juga mengancam kuasa penggugat agar berhati-hati mengeluarkan pernyatan di media massa karena menurutnya apa yang dimasukkan dalam media online tersebut bila merugikan dapat terjerat UU ITE.**

Add comment