Birukuning
SELAIN pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Peso, Kabupaten Bulungan yang akan dimulai tahun ini, sumber energi lain juga siap dibangun di Kalimantan Utara (Kaltara) dalam waktu dekat. Hanergy, sebuah perusahaan asal Tiongkok siap membangun PLTA di Sungai Sembakung, Nunukan. Bahkan perusahaan yang membangun bendungan Cin’an Xiuw di Tiongkok itu, menargetkan PLTA Sembakung akan selesai dibangun dalam waktu 3 tahun. “Kami datang ini untuk meyakinkan bahwa kami serius membangun PLTA di Kaltara (Sembakung). Bersama ini, saya bawa beberapa rekanan perusahaan dan tenaga ahli yang akan membantu pembangunan PLTA nanti,” kata Ji Dong, Executive President Director Hanergy saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie di Hotel Sari Pan Fasific Jakarta, beberapa hari lalu. Dalam pertemuan tersebut, Ji Dong didampingi beberapa pimpinan perusahaan yang akan turut membangun PLTA di Sembakung, termasuk tenaga ahlinya. “Ini ada yang khusus bidang konstruksi bendungan, khusus PLTA, hingga bidang teknis lainnya,” lanjut Ji Dong dalam bahasa China yang diterjemahkan. Ji Dong mengatakan, Hanergy merupakan perusahaan di bidang energi di Tiongkok. Kini Hanergy memiliki bendungan di Cin’an Xiuw atau Jembatan Jing’an di Sungai Cing Saha di Lijiang, Provinsi Yunan, Tiongkok. Di bendungan Cin’an Xiuw, telah dibangun sebuah PLTA besar yang menghasilkan listrik 3.000 Megawatt (MW). Selain mengaliri kawasan industri dan kebutuhan rakyat di Provinsi Yunan, listrik dari yang dihasilkan oleh PLTA dari bendungan tersebut, juga dialirkan untuk mensuplai listrik ke beberapa provinsi di sekitarnya. Seperti Kunming dan Guangdong yang berjarak kurang lebih 1.600 kilometer. PLTA Sembakung tahap awal diproyeksikan bisa menghasilkan listrik 250 MW. Listrik ini mampu mensuplai energi ke Kabupaten Nunukan dan Malinau. Bahkan bisa ke Sebatik dan Sabah, Malaysia. Sementara ini, lanjutnya, pihak Hanergy bekerjasama dengan perusahaan di Indonesia, sedang mengurus dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang merupakan salah satu syarat wajibnya. Terkait dengan rencana pembangunan PLTA di Sembakung, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung dengan rencana tersebut. Untuk percepatan progress pembangunannya, selain menyusun studi AMDAL, kepada pihak perusahaan juga diminta untuk segera membuat desain bendungan, sekaligus menyiapkan syarat-syarat lainnya untuk diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), guna mendapatkan izin konstruksi bendungan. “Kalau izin-izin lainnya sudah tidak masalah. Mulai dari izin BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) hingga izin bupati maupun gubernur, semua sudah ada,” kata Irianto. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, Gubernur menambahkan, PLTA Sembakung yang ditargetkan selesai dibangun dalam waktu 3 tahun itu, juga menjadi solusi mengendalikan banjir yang selama ini kerap terjadi di wilayah tersebut (Sembakung, Sebuku dan sekitarnya).(humas)

PLTA Sembakung Ditarget 3 Tahun Selesai

SELAIN pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Peso, Kabupaten Bulungan yang akan dimulai tahun ini, sumber energi lain juga siap dibangun di Kalimantan Utara (Kaltara) dalam waktu dekat.
Hanergy, sebuah perusahaan asal Tiongkok siap membangun PLTA di Sungai Sembakung, Nunukan. Bahkan perusahaan yang membangun bendungan Cin’an Xiuw di Tiongkok itu, menargetkan PLTA Sembakung akan selesai dibangun dalam waktu 3 tahun. “Kami datang ini untuk meyakinkan bahwa kami serius membangun PLTA di Kaltara (Sembakung). Bersama ini, saya bawa beberapa rekanan perusahaan dan tenaga ahli yang akan membantu pembangunan PLTA nanti,” kata Ji Dong, Executive President Director Hanergy saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie di Hotel Sari Pan Fasific Jakarta, beberapa hari lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Ji Dong didampingi beberapa pimpinan perusahaan yang akan turut membangun PLTA di Sembakung, termasuk tenaga ahlinya. “Ini ada yang khusus bidang konstruksi bendungan, khusus PLTA, hingga bidang teknis lainnya,” lanjut Ji Dong dalam bahasa China yang diterjemahkan.
Ji Dong mengatakan, Hanergy merupakan perusahaan di bidang energi di Tiongkok. Kini Hanergy memiliki bendungan di Cin’an Xiuw atau Jembatan Jing’an di Sungai Cing Saha di Lijiang, Provinsi Yunan, Tiongkok.
Di bendungan Cin’an Xiuw, telah dibangun sebuah PLTA besar yang menghasilkan listrik 3.000 Megawatt (MW). Selain mengaliri kawasan industri dan kebutuhan rakyat di Provinsi Yunan, listrik dari yang dihasilkan oleh PLTA dari bendungan tersebut, juga dialirkan untuk mensuplai listrik ke beberapa provinsi di sekitarnya. Seperti Kunming dan Guangdong yang berjarak kurang lebih 1.600 kilometer.
PLTA Sembakung tahap awal diproyeksikan bisa menghasilkan listrik 250 MW. Listrik ini mampu mensuplai energi ke Kabupaten Nunukan dan Malinau. Bahkan bisa ke Sebatik dan Sabah, Malaysia.
Sementara ini, lanjutnya, pihak Hanergy bekerjasama dengan perusahaan di Indonesia, sedang mengurus dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang merupakan salah satu syarat wajibnya.
Terkait dengan rencana pembangunan PLTA di Sembakung, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung dengan rencana tersebut. Untuk percepatan progress pembangunannya, selain menyusun studi AMDAL, kepada pihak perusahaan juga diminta untuk segera membuat desain bendungan, sekaligus menyiapkan syarat-syarat lainnya untuk diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), guna mendapatkan izin konstruksi bendungan. “Kalau izin-izin lainnya sudah tidak masalah. Mulai dari izin BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) hingga izin bupati maupun gubernur, semua sudah ada,” kata Irianto.
Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, Gubernur menambahkan, PLTA Sembakung yang ditargetkan selesai dibangun dalam waktu 3 tahun itu, juga menjadi solusi mengendalikan banjir yang selama ini kerap terjadi di wilayah tersebut (Sembakung, Sebuku dan sekitarnya).(humas)

aripudding

Add comment