Birukuning
14 54 13 Va3QAWuRhw1S1E14PzdxeZ 6c1oJlyCpka8yEre9XD25HCl8e7zZQDamYJix8q5X6w4ILIkOTkN sH1hNRumYXLfjpnWFh91ZMP0pQURJvGevwHH0mvDJBwzovu7ltXIIpmGCKlPrV0EyoD2X1276PKzoUrncsMw466 h316 nc - Soal SK Ganda HANURA, Ini Keterangan Sekjen DPP HANURA.

Soal SK Ganda HANURA, Ini Keterangan Sekjen DPP HANURA.

birukuning.com, Tarakan – Hari-hari terakhir pendaftaran Pilkada 2018 diwarnai berbagai drama. Salah satu di antaranya perubahan Surat Keputusan mendukung calon pasangan tertentu. Hal ini terjadi di berbagai daerah.

Beberapa contoh, antara lain di Pilkada Walikota Tarakan. Pasangan Badrun-Ince sudah mendapat Surat Keputusan (B1KWK) dari Partai Hanura dengan tandatangan dari Ketua Umum Oesman Sapta Odang dan Sekjen Sarifuddin Sudding.  Ternyata pada saat terakhir ada SK lain, menurut kubu pasangan  lainnya, yang ditandatangani Ketum dan Wakil Sekjen Partai Hanura.

Kasus lain terjadi di Kabupaten Jayawijaya. SK Partai Hanura yang semula diberikan kepada John R. Banua-Marthin Yogobi,  ternyata juga dipegang oleh pasangan lain.

Menanggapi hal tersebut, akhirnya Sekjen Hanura Sarifuddin Sudding buka suara. Kepada beberapa wartawan, dalam wawancara lewat media sosial dia menyatakan tertulis: “Sikap saya sangat jelas bahwa saya tidak setuju dan tidak akan menandatangani perubahan SK atau rekomendasi yg sudah keluar dan diserahkan ke calon!”.

Dengan demikian, menurut UU Pilkada, pemdaftaran ke KPUD yang ditandatangani Ketua Umum dan Wakil Sekjen, atau Wakil Ketua Umum dan Sekjen, harusnya tidak diterima KPUD. Feri Kurnia, Komisioner KPU 2012-2017, menyatakan KPU telah pernah membatalkan pendaftaran seperti itu, walau ada KPUD yang menerimanya.

Sedangkan mengenai Kabupaten Jayawijaya, Sekjen Partai Hanura Safruddin Sudding malah menyatakan,” Kalau ada SK Hanura selain untuk Jhon R Banua yang ditandatangani Sekjen Hanura, berarti itu tandatangan palsu atau hasil scan”.

birukuning

Add comment