Birukuning

Perkuat Perasudaraan, Masyarakat Dayak Agabag Gelar Ilau dan Mubes

IMG 20171122 WA0000 - Perkuat Perasudaraan, Masyarakat Dayak Agabag Gelar Ilau dan Mubes

BiruKuning.com – Dayak Agabag yang tersebar di Kecamatan Lumbis, Lumbis Ogong, Sebuku, Sembakung dan Sembakung Atulai (wilayah yang sekarang disebut Kabudaya) sampai ke wilayah Sabah, menggelar acara Ilau dan Musyawarah Besar ke VIII, di Kecamatan Sembakung Atulai, Kabupaten Nunukan.

Ilau atau Irau merupakan bahasa dayak yang berarti pesta besar atau festival. Acara Ilau, diisi dengan nyanyian dan tarian daerah Dayak Agabag.

Lumbis, Ketua Dewan Adat Agabag Provinsi Kalimantan Utara, sekaligus ketua panitia kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 20-24 November tersebut mengatakan, tujuan dari Ilau dan Mubes ini adalah untuk memperkuat persaudaraan masyarakat adat Agabag, sekaligus untuk membentuk kepengurusan Dewan Adat Agabag yang baru di semua tingkatan. Mulai dari tingkat desa hingga tingkat provinsi.

“Ilau berlangsung satu hari penuh, lalu disusul dengan Musyawarah Besar (Mubes) masyarakat Agabag. Mubes ini berlangsung empat tahun sekali. Dalam Mubes ini lah, dipilih kepengurusan baru Dewan Adat untuk semua tingkatan,” terang Lumbis, saat pembukaan Ilau dan Mubes Dayak Agabag, Senin (20/11/2017).

Sementara, Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafidz, dalam sambutannya saat membuka secara resmi kegiatan tersebut mengaku bahwa selama ini, ia banyak didukung dan dibantu oleh orang-orang Dayak.

Laura berharap, Mubes Dayak Agabag 2017 ini bisa menghasilkan sesuatu yang akan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan di Kabupaten Nunukan.

“Entah disengaja atau tidak, saya lebih merasa diri saya sebagai orang Dayak. Kita selama ini saling membantu. Saya berharap agar Ilau dan Mubes Dayak Agabag ini bisa menghasilkan sesuatu yang berkontribusi positif dalam pembangunan di Nunukan,” kata Laura.

Dalam pelaksanaan Ilau dan Mubes ke VIII Dayak Agabag tersebut, juga diberikan penghargaan dan gelar kehormatan kepada tiga tokoh yang dianggap telah berjasa bagi masyarakat Dayak Agabag. Ketiganya masing-masing, Bupati Nunukan,  Asmin Laura Hafidz, yang selalu memberi ruang dan mendukung kegiatan kebudayaan masyarakat Dayak Agabag. DR. Johanes Redjaban, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), yang telah melakukan penelitian selama 4 tahun, dan mempromosikan budaya Dayak Agabag, dan Teddy Wibisana, Ketua Umum Almisbat (Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat), yang melakukan pendampingan, serta membantu dan menjebatani perjuangan masyarakat Dayak Agabag untuk mewujudkan DOB Kabudaya.(adi/opa)

birukuning

Add comment