Birukuning

Percepatan Kaderisasi NU Ditargetkan Lebih Massif

IMG 20171125 WA0018 - Percepatan Kaderisasi NU Ditargetkan Lebih Massif

birukuning.com – LOMBOK, Komisi Program Munas dan Konferensi Besar PBNU menargetkan percepatan kaderisasi bisa lebih massif dan tuntas di akhir tahun 2018.

Percepatan kader tersebut dibahas dalam Rapat Komisi Program Munas dan Konbes NU, di Pesantren Alhalimy, Lombok Barat, Jumat (24/11).
Menurut Pimpinan Sidang Komisi Program, Ir. Suwaidi D Pranoto, PBNU,  penguatan program kaderisasi itu, dilakukan agar kualitas dan kapasitas Sumber Daya Manusia NU yang mumpuni, bisa terwujud di semua tingkatan struktural NU, beserta Badan Otonom dan Lembaganya.

Kita perlu menyamakan frequensi kaderisasi di seluruh tingkatan NU dan seluruh badan otonom dan lembaga.  Percepatan kader diharapkan bisa menjadi lebih massif. Agar kelangsungan organisasi NU tetap terjaga melampaui seratus tahun usia organisasi NU,” paparnya.

Suwaidi mengakui, ada jarak yang tidak disadari antara kader yang berasal dari pesantren dan non pesantren. Karena itu PBNU menyiapkan format kaderisasi yang  akan menyinkronkan mindset sekaligus menyinergikan gerakan kader NU di lintas kalangan.

“Kita punya kader struktural, kader fungsional, profesional, kader ulama yang perlu disinkronkan agar mindsetnya sama,” imbuhnya.

Senada disampaikan Wakil Sekjend PBNU Sultonul Huda, yang menyoroti tentang pentingnya Madrasah Kader NU sebagai instrumen kaderisasi di kalangan struktural NU.

Sementara Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nurul Huda mengungkap perlunya sinkronisasi soal strategi publikasi dan koordinasi media antar lembaga dan banom NU, beserta pelatihan dan penguatan diseminasi isu dalam melawan radikalisme melalui sosmed.

“Riset dari Kemenag mengungkapkan, enam puluh persen pelajar yang aktif di organisasi kerohanian islam, bersedia melakukan jihad ke wilayah konflik jika ada kesempatan.  Ini tentu berbahaya karena akan mengakibatkan terjadinya benturan peradaban seperti yang diramalkan Huntington,” paparnya.

Di sinilah, menurut Huda, dibutuhkan format khusus dakwah dan kaderisasi yang menyasar kelompok muda dan pelajar.

birukuning

Add comment