Birukuning

MANUSIA SEBAGAI HAMBA DAN KHALIFAH

Untitled 1 - MANUSIA SEBAGAI HAMBA DAN KHALIFAH


Manusia diciptakan Allah SWT berasal dari saripatih tanah, lalu menjadi nuftah, alaqah dan muqdah sehingga menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan.

kebenaran (hakikat) dari kehambaan Allah adalah ketaatan, ketundukan dan kepatuhan manusia itu hanya layak diberikan kepada Allah. Dalam hubungannya dengan Tuhan, manusia menempati posisi sebagai ciptaan dan tuhan sebagai pencipta. Posisi ini memiliki konsekuensinya ada. Hal ini sudah termasuk dalam Al-Qur’an tentang tujuan Allah menciptakan menciptakan manusia yakni, untuk menyembah kepadaNya. Sebagai hamba allah manusia harus beribadah kepada Allah dan menjauhi yang dilarang serta menjalankan apa yang diperintahkan (taqwa). Pengabdian manusia harus dilakukan dengan suka rela, tanpa paksaan.

Kholifah sebagai pengganti yang memegang kekuasaan setelah wafatnya rasulullah. Allah SWT menciptakan manusia dimuka bumi agar manusia dapat menjadi khalifah dimuka bumi ini, yang dimaksud dengan khilafah ialah bahwa manusia diciptakan menjadi penguasa yang mengatur apa-apa yang ada dibumi. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia itu bersifat kreatif karena dirinya (kholifah  akan mengelolah sesuatu yang ada dibumi tentunya dengan ketentuan yang ditetapkan Allah. Tuhan mengajarkan kepada manusia tentang kebenaran yang segala penciptaNya melalui pemahaman terhadap hokum-hukum yang terkandung dalam ciptaanNya.

Manusia dan tugasnya sebagai khalifah dibumi seyogyanya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada dibumi untuk kemaslahatannya. Jika manusia telah mampu menjalankan itu semua maka sunnatallah yang menjadikan manusia khalifah dibumi benar-benar dijalankan dengan baik oleh manusia tersebut, terutama manusia yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullh saw.

*sumber buku panduan DAKWAH korps pergerakan mahasiswa islam putri

birukuning

Add comment