Birukuning

KONSEP DAKWAH KOPRI

3 - KONSEP DAKWAH KOPRI

  1. NU, Aswaja, dan kebangsaam Indonesia

Dari sejarah kita tahu bahwa Aswaja telah menghadirkan berbagai macam perdebatan, pertikaian bahkan pertumpahan darah. Kita tidak perlu terlalu risau dengan hal itu, karena semua mazhab dan golongan itu telah tampil sebagai pembela islam dalam menghadapui berbagai tantangan untuk periode dan lokalitas masing-masing. Kita yang hidup saat ini, seeyogyanya tidak mengulangi lagi perdebatan yang pernah mereka lakukan berkenaan dengan isu-isu controversial warisan abad pertengahan tersebut.
Alih-alih kita mengarahkan perhatian kepada upaya membangun suatu weltanschauung (car pandang) yang memungkinkan kita dapat merespon secara tepat berbagai tantangan yang dihadapi dewasa ini. Kita mengembangkan wawassan keagamaan tanpa kehilangan akar budaya dimana masyarakat NU hidup, ditengah budaya-budaya dan khazana-khazana local yang ada dan ditengah bangsa Indonesia. Dasar dasar awaja diatas dibangun untuk dikembangkan dalam keindonesiaan, menegaskan bahwa keseluruhan hidup ini adalah ibadah, kejujuran sikap hidup merupakan sendi kehidupan bermasyarakat yang sejashtera dan moralitas yang sejahtera, dan moralitas yang utuh dan bulat yang bisa mensejahterakan masyarakat.
                     2. NU dan Gerakan Islam Di Indonesia
Reformasi telah memunculkan ruang hidup bagi kelompok-kelompok yang selama ini tidak mau  dan tidak berani muncul dipermukaan. Salah satu ini adalah kelompok-kelompok islam yang pada masa lalu bergerak dibawah tanah. Sayangnya kemunculan kelompok-kelompok ini menebar ancaman dengan sikapnya yang masih membawa jargon menkhafirkan sesame muslim, murtad-murtadkan sesame muslim dan sejenisnya. Di level lapngan mereka berusaha merebut mesjid mesjid NU dengan berbagai cara. Mereka ini adalah gerakan transnasional islam, yang terdiri dari dua kelompok besar yaitu salafiyah wahhabbi dan salafiyah wahabbi revusionis  (neo wahabi/new-salafiyah wahabbi). Dalam jangka panjang ekspansi islam transnasional ini membahyakan eksistensi Negara Indonesia sebagai Negara yang berdasarkan pancasila, berbentuk Negara yang bangsa yang majemuk, beragam dan sisi lain ajaran-ajaran kelompok salafiyah wahabbi dan new-salafiyah wahabbi mencoba membabat khazana islam local dan tradisi tradisi selama ini diamalkan NU, NW, PERTI, dan sejenisnya.
Dalam konteks inilah, karena NU menjadi salah satu komponen yang ikut melahirkn Negara bangsa bernama Indonesia ini, dan tradisi-tradisi yang di praktikannya menjadi sasaran dari kelompok salafiyah wahabbi dan new-salafiyah wahabbi, dengan sendirinya NU perlu mengetahui peta, ideology, dan menyikapi islam transnasional secara pantas dan tepat, berdasarkan paparan diatas, diperlukan materi NU dan gerakan islam dalam pelatihan-pelatihan masyarakat nahdiyin.
*sember buku panduan DAKWAH korps pergerakan mahasiswa islam putrid.

birukuning

Add comment