Birukuning

L O R O N G G E L A P J A H I L I Y A H

bib - L O R O N G G E L A P J A H I L I Y A H
Oleh: 

HABIB MUHSIN BILFAQIH, S. Pd., M. Ed

Ikhwan wa Akhawat Al-Hikam Pada rubrik pembelajaran kita kali ini, saya mencoba menyorot tentang sikap “JAHILIYAH ” di masa lalu yang kemudian saya coba kaitkan dengan sikap JAHILIYAH di era hari ini. Saya sadari bahwa topik seperti ini, tidak banyak diminati oleh para pembaca & penuntut ilmu, namun paling tidak dalam momen NKRI terpuruk seperti saat ini, justru akan menjadi tranding power dlm mengkaji ulang tentang tema ini.

Zaman Jahiliyah adalah masa sebelum Nabi Muhammad saw diangkat menjadi Rasul. Disaat itu adalah masa moral manusia terkubur, kebejatan bangkit merajalela. Masa-masa suram yang dipenuhi dengan kekejian, kegelapan dan hilangnya nurani. Membunuh bayi perempuan, menikahi ibu kandung, melakukan penipuan, pembunuhan, minuman keras dan penzinahan, itu semua adalah hal yang biasa di zaman itu. Begitu suram dan menakutkan….
Namun sadarkah kita jika nama dan gelar JAHILIYAH itu berlanjut hingga abad ini ….? Menurut saya, ketika melihat dari sisi bahasa, maka adapun arti dari kata JAHILIYAH adalah
JAHALA yang memiliki pengertian ” bodoh ” …
Namun kata Jahiliyah tidak cukup diartikan dengan bodoh melainkan ia memiliki makna yang lebih luas. Secara fenomenologi Alqur’an, kata Jahilyah disebut sebanyak EMPAT KALI dalam Alqur’an dgn dimaknai berbeda-beda.
Jika ke 4 makna Jahiliyah itu sedang menjangkiti di suatu masyarakat, berarti mereka sedang berjalan menuju kehancuran.
Ikhwan, Mari kita cross check lebih jauh tentang “Bagaimana Pola Fikir Jahiliyah”.

Pola Pikir Jahilyah…
Memulai hal ini, saya ajak ikhwan untuk membuka lembaran Alquran dalam 
QS.Ali Imran 154.
Disini jelas dikatakan sbb
“mereka menyangka
Allah itu tidak benar,
seperti sangkaan Jahilyah”

Jika Ikhwan perhatikan dengan pisau analisa yang tajam, maka kita akan dapati makna pertama adalah “kerusakan aqidah dan pola fikir. Nah ayat ini berkisah ttg mereka yang ragu-ragu dgn pertolongan Allah swt. Mereka yg berfikir bhw Rasulullah tidak akan menang
melawan musuh2nya. Hati mereka selalu cemas & ragu dengan kekuatan & ke Maha kuasaan-Nya.
Nah, meragukan kemampuan Allah adalah “Pola Fikir Jahiliyah”. itulah sebabnya, Allah selalu mengulang2 sifatnya, :
Sungguh, Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu (alquran).
Mengapa Kalimat ” Innallaha
‘ala kulli syai’in qadir ini, cenderung
di ulang-ulang dalam alqur’an ?
Jawabannya adalah, Karena manusia sering lalai & lupa dengan Allah swt. Kelalaian dan
sering lupa inilah yang membuat manusia mulai berfikiran jahiliyah. Salah satu dari sifat2 jahilyah itu adalah , Ia mengetuk pintu orang-
orang kaya untuk mengemis serta pintu penguasa untuk mendapatkan pertolongan, Sementara dia lupa bahwa ada Allah swt sang Zat yang tak pernah menyia2akan doa hamba-Nya. Ada Allah yang Maha mampu utk
menghilangkan segala kesulitannya.
Ikhwan, Jika kita cermati, terkadang pola
fikir jahiliyah tidak ada hubungan
nya dengan kebodohan. Bisa saja mereka yang telah mencapai puncak ke ilmuan yang tinggi
namun masih saja berfikiran seperti jahiliyah : Yakni mereka merasa mampu dihadapan Allah, merasa bisa melakukan apapun tanpa pertolongan Allah swt. Kalau kita perhatikan lebih jauh tentang sikap Jahiliyah ini, kita akan dapati perbedaan yang kontra produktif dengan ajaran Nabi. Contoh pada sisi Hukum Jahiliyah.
Perhatikan ketika Allah menyampaikan statmen Nya dalam Surah Almaidah 50 :
“apakah hukum jahiliyah
yang mereka kehendaki ?
siapakah yg lebih baik dpd
hikum Allah bagi org2 yang
yaqin ? “
Ikhwan Alhikam….
Perlu saya ingatkan bahwa di dunia ini hanya ada 2 hukum, yakni Hukum Allah dan Hukum
Jahiliyah. Tidak ada yg ke tiga…! Dan setiap manusia berhak menentukan pilihan masing-masing, Mana yang akan kita pilih, Hukum Allah atau Hukum Jahiliyah. Ikhwan ..Kita perhatikan NKRI kita, hukum siapa yang digunakan,
bukankah yang kita gunakan hukum yang kita buat sendiri ?, Bukankah kita tidak memiliki ilmu
dan wawasan mumpuni alias ilmu kita terbatas, Yang tidak mengerti seluk-beluk diri kita sendiri ?, Akibatnya apa yang terjadi, Jadilah kita bulan2an oleh negara2 yg super power.. Kasian kan.?
Bukankah tepat jika kita memilih Hukum yang dirancang oleh Zat yang paling mengerti tentang manusia dan kemanusiaan ?
Bukankah Dia Zat yang memiliki sikap penyayang & paling mengerti dengan apa yang terbaik bagi kita sebagai manusia ?

“Hukum siapakah yang lebih
baik daripada Hukum Allah
bagi orang-orang yg yaqin ?”

Namun sayang tidak semua orang akan memilih Hukum Allah, Sebab Hukum Allah sering bertentangan dengan keinginan dan syahwat hewani manusia. Hukum suci tersebut hanya akan dipilih oleh orang-orang yang yaqin terhadap Tuhannya.
Ikhwan Al-Hikam…
Belum cukup sikap kontraproduktif sikap Jahiliyah dibanding dgn sifat ke Ilahian yang hakiki, bahkan pada sisi berpakaianpun, sangat
jauh dari harapan.
Coba kita lihat bagaimana Allah dalam Alqur’an memberikan tuntunan khusus kepada wanita,

“dan hendaklah kamu
tetap di rumahmu dan
janganlah kamu berhias
atau bertingkah laku sep,
org2 jahiliyah zaman dulu”
( Al-Ahzab 33 ).

Ikhwan, Walaupun ayat ini sdg berbicara kepada isteri-isteri Nabi namun ayat inipun sebagai pesan untuk semua wanita agar mereka tidak mengikuti kebiasaan kaum jahiliyah yang dulu. Seperti memakai pakaian yang terlihat aurat nya ataupun terbuka dihadapan lelaki yang bukan muhrimnya.
Dari sekian banyak prototipe sikap jahiliyah yang bertentangan adalah “Sikap Fanatisme Jahilyah”. 
Menyikapi hal ini, Alqur’an dalam surah AlFath 26 mengatakan :
“ketika org2 kafir menanam
kan kesombongan dalam
hati mereka yaitu kesombo-
ngan jahiliyah”…..

Ikhwan Alhikam..
Ketahuilah bahwa : Sifat Fanatik adalah sifat utama masyarakat jahiliyah. Para pembesar Kafir Quraisy, tidak menerima Islam bukan karena menganggap Islam tidak benar, akan tetapi karena sikap “fanatisme kesukuan yang tidak terima jika kebenaran itu dibawa oleh
Nabi Muhammad saw dari Bani Hasyim. Orang yang fanatik dengan suku, golongan, atau mazhab ini tidak akan pernah menerima kebenaran walau tampak jelas kebenaran itu
dihadapannya. Dia sudah merasa paling benar dan yang selain dia adalah salah. Kalau hati kecil menerima namun rasa gengsi dan fanatisme jauh lebih kuat.
Ikhwan Al-Hikam, ini Adalah merupakan kebiasaan watak jahiliyah dengan sikap fanatisme buta, dimana hari ini sangat terlihat jelas spirit dari sikap seperti itu, Contohnya,

Jangan dengarkan omongan orang itu ! Jangan baca buku ini !
Jangan dekat-dekat dgn mereka ?
Semua sikap & cara ini adalah lambang fanatisme yang rapuh.
Jika merasa benar, mengapa tidak berani mendengar argumen orang
lain…?

Sungguh mereka telah lupa bahwa asalnya adalah dari tanah dan air yang hina ? Kenapa masih berdiri congkak & menepuk dada ?

Orang2 yg memelihara fanatisme akan buta dan tuli dari kebenaran. Hati mereka telah terkunci karenatelah merasa paling benar dan paling suci :

khatamallah ala qulubihim wa
ala sam’ihim wa ala absharihim
ghisyawatun walahim azabun azim
“Allah telah mengunci hati
dan pendengaran mereka
penglihatan mereka telah
tertutup, dan mereka akan
mendapat azab yang berat
( QS. Al-baqarah 7 )

Ikhwan, Jika diteliti, telah kita temukan
empat ayat dalam Alqur’an tentang sikap Jahilyah. Jika ke empat hal ini ada dalam suatu masyarakat, maka mereka hanya menunggu
kehancurannya, Sebab Allah swt tidak akan meng azab suatu kaum jika disana masih ada orang-orang yang peduli dan ingin memperbaiki suatu keadaan/kondisi masyarakat.

Ikhwan, Empat ayat tentang sikap jahiliyah telah saya paparkan, lalu bagaimana dengan sikap Jahiliyah di abad 21 ini ?
Manakah yang lebih bejat ? 
Mari Ikhwan sekalian saya ajak melirik sejenak tentang sikap jahiliyah yang mana paling unggul
kejahatannya ?
Ikhwan Alhikam, Membahas tentang jahiliyah, apa yang terpikir dibenak kita ? Pasti bermacam-macam prilaku bodoh, bengis, kejam, tak bermoral .dll…?
Itulah sebabnya saya ajak untuk lebih kita simak tentang perbuatan yang dominan dalam masa jahilyah:

Menyembah Selain Allah
DULU, sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw, berhala-berhala menghiasi seluruh kota Makkah bahkan didalam kpmpleks Ka’bah
sekalipun. Mereka berduyun-duyun menyembah patung yang terbuat dari berbagai macam material, Bahkan ada patung yang terbuat dari berbagai macam makanan, Dan jika musim paceklik tiba, mereka akan memakan Tuhan mereka sedikit demi sedikit…
Sungguh terlihat cara berfikir mrk sangat primitif & terkebelakang, hingga Tuhan yg terbuat dari makananpun mereka makan jika sdg dalam kondisi terjepit.

Ikhwan Sekarang, ada fenomena lain yang unik pada masa Jahiliyah di abad 21 ini. Bukan hanya menyembah patung, segala sesuatu
disembah di zaman ini. Mulai dari harta, pangkat & kedudukan bahkan seseorang rela menyembah sesama manusia. Buktinya, banyak orang yang siap melanggar aturan Allah demi instruksi atasan dll….

Ikwan Al-Hikam 
 DULU, yang kuat menindas yang lemah, yang kaya menindas yang miskin, yang punya kedudukan & kekayaan punya kekebalan hukum
dan tdk bisa disalahkan sedikitpun.

SEKARANG, Hukum rimba di era dulu spiritnya berlangsung hingga saat ini bahkan nyatanya lebihkejam. Yang kuat bukan lagi menindas yang lemah melainkan mereka terkesan seperti Tuhan yang harus keinginannya dipatuhi. Tidak ada.kesempatan bagi yang lemah untuk berbicara. Keinginan yang berkuasa adalah keputusan yang tak bisa di ganggu
gugat. 
Barometer Kemuliaan mereka adalah Kasta, Harta dan Jabatan. Sejak zaman Jahiliyah Kuno hinggaJahiliyah Modern di abad 21 ini, kemuliaan manusia hanya diukur dengan Kasta/nasab, harta dan kedudukan. Tidak ada ruang untuk kebaikan dan taqwa.

Kasta rendahan selalu berada dibawah. Orang miskin tidak layak berpendapat. Jabatan rendah tak akan pernah di dengar. Bukankah Al-quran mencatat ke sombongan orang-orang yang merasa mulia dengan penghinaan mereka kepada yang rendah…?

“Dan dia memiliki kekyaan
besar, maka dia berkata ke
pada kawannya yg beriman
ketika berbicara dgn dia :
Harta-ku lebih banyak dpd
hartamu dannpengikutku
lebih kuat dpd pengikutmu”
( Al-Kahfi 34 )

Tidak cukup jika kita muat kebejatan moral yang dilakukan oleh Jahiliyah zaman modern di
rubrik ini karena hanya akan memakan waktu saja. Jika penting untuk saya tambah
kan maka : DULU, masa Jahiliyah identik dengan “minuman keras, perzinahan, penipuan & yang amat terkenal adalah anak perempuan
di kubur hidup-hidup karena dianggap sebagai aib. Kebejatan begitu merajalela, kehidupan begitu gelap tanpa cahaya sedangkan kebaikan menjadi hal yang tabu dan kenistaan menjadi
hal yang wajar. SEKARANG, kita menganggap
masa Jahiliyah yang dulu begitubejat & kejam. Tapi sadarkah kita masa Jahiliyah modern saat inimenyimpan cerita yang lebih kejam dan kebejatan yang semakin meluas. Dapat kita bayangkan, jika dulu tempat pelacuran ditandai dengan bendera merah, maka sekarang sudah berubah menjadi “akuarium yang terlihat jelas dari luar”. Jika dulu perzinahan memiliki tempat, sekarang dimana saja orang bisa berzina. Bahkan pornografi telah masuk kedalam ruangan di rumah2 kita. Jika dulu anak perempuan di kubur hidup-hidup, kini tidak
lagi pandang Gender, bayi lelaki atau perempuan menjadi korban aborsi. Tidak hanya di kubur, bayi-bayi yg tak berdosa itu sering di temukan di jalanan bahkan di WC kamar
mandi. DULU, kisah para penguasa tak pernah lepas dari peran dari para tukang Sihir & Dukun.
Mereka begitu mempercayai khurafat dan mereka begitu menerima saran dari dukun2 tersebut. Tak hanya penguasa, masyarakat pun percaya dengan pertolongan dari Jin dan syetan. SEKRANG, pekerjaan sebagai dukun tidak pernah kadaluarsa hingga kini masih banyak orang yang mendatangi dukun untuk meminta pertolongan. Bahkan zaman kini tidak lagi seram dan serba hitam. Para pe sihir kini mulai mengikuti tren dengan pakaian yang rapi & indah. Tipuan magic pun semakin bervariasi. Alhasil masyarakat semakin terperosok kedalam khurafat – khurafat modern ini.
Salah satu sifat masyarakat jahiliyah adalah merasa paling mulia & paling benar. Tak ada ruang toleransi dalam hidup ini. Semua saling membanggakan diri dan menganggap yang lainnya sesat. Inilah kemudian kita bisa melihat
sindiran Allah swt dalam Surah Ar-Rum 32 :

” Yaitu orang2 yg memecah
belah agama mereka dan
mereka menjadi beberapa
golongan. Setiap golongan
merasa sombong dengan
apa yang ada pada golong-
an mereka”

Inilah yang kita saksikan pd abad ini, Semua berteriak paling benar tanpa mau mendengar.
Darah manusia menjadi sangat murah hanya karena berbeda pilihan hidup. Teriakan Halal darahnya ! Halal di bunuh ! mewarnai pembantaian yang tak pernah usai. Lalu, manakah yang lebih jahiliyah, Jahiliyah Kuno yang primitif atau Jahiliyah modern abad 21 ??

Semoga kita diselamatkan dari pengaruh2 jahiliyah dan bermacam bentuknya. Semoga kita selalu berada di jalan Allah dan selalu
berseberangan dengan jalan dan
sikap jahiliyah.. 
Amiiinn……

birukuning

Add comment