Beranda Forum Biru Kuning Menjelang Ramadhan Harga Pangan Melonjak

Menjelang Ramadhan Harga Pangan Melonjak

Tarakan – Kurang dari dua pekan masuk bulan Ramadhan, harga komoditas pangan di
Kota Tarakan Kalimantan Utara dominan masih stabil. Hanya komoditas
bawang putih yang saat ini terus mengalami lonjakan.

Pantauan Birukuning.com di salah satu pasar tradisonal kota Tarakan, mayoritas pedagang melepas
bawang putihnya berkisar Rp 50 ribu per kilogram.

Samir misalnya salah satu pedagang sembako menuturkan, sudah hampir sepekan terakhir ia melepas satu kilogram
bawang putih kepada pembeli dengan harga Rp 48 ribu sampai Rp 50 ribu. Samir menjelaskan, minggu sebelumnya
sebelumnya bawang putih masih berkisar Rp 40 ribu per kilogram.

“Makin hari makin susah didapat. Bawang putih ini dari Jawa dan Sulawesi. Kami
tidak tahu, mungkin gagal panen atau ada kendala distribusi. Di
distributor harganya memang sudah naik. Mau tidak mau kami naikkan
juga sedikit,” tutur Samir, Senin (15/5/2017).

Sementara itu, salah satu komoditas pangan yang cukup mahal ialah daging sapi. Harga daging sapi di kota Tarakan Kalimantan Utara salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Saat ini pedagang daging sapi segar masih mematok harga Rp 120 ribu sampai dengan Rp 130 ribu
per kilogram.

Pedagang daging pasar Tenguyun Bom Panjang bernama Nurhayati mengatakan kemungkinan beberapa hari
menjelang masuk bulan Ramadhan harga daging sapi kembali merangsek naik. Penyebabnya karena peternakan kerap menaikkan harga sapi siap potong di momen-momen tertentu.

Nurhayati menjelaskan, harga daging sapi di kota Tarakan terbilang masih murah dibandingkan di ibukota Kalimantan Utara Tanjung selor yang mencapai Rp 135 ribu sampai Rp 140 ribu rupiah perkilogramnha. Hal tersebut dikarenakan, sulit ditekan penyebab besarnya ongkos distribusi.

Sapi hidup yang dipasok dari Kupang, kemudian didaratkan di Samarinda.
Untuk sampai ke Tanjung Selor membutuhkan biaya Rp 6 juta sampai Rp 8
juta.

“Jadi harganya mahal, karena banyak biaya yang dikeluarkan selama
distribusi. Di Jawa dan di kota lain di luar Jawa bisa murah karena
pemerintah mudah menyiapkan subsidi. Ada juga daging dari Bulog. Di
sini tidak ada, karena wilayahnya jauh,” ujarnya.

Meski cukup mahal, Tala seorang konsumen asal Desa Selimau Kecamatan
Tanjung Selor mengungkapkan, mahalnya harga bawang putih maupun daging
sapi segar tetap akan dibeli karena merupakan kebutuhan.

Apalagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri setiap rumah tangga kata dia
menginginkan selera yang berbeda.

“Mau tidak mau dibeli karena kebutuhan. Memang mahal. Seharusnya
pemerintah cari solusi supaya harga-harga ini bisa lebih murah. Karena
setiap pembeli pasti berbeda kelas ekonominya,” ujarnya.

Sedang komoditas lain per kilogram masih bertahan, seperti bawang
merah Rp 33 ribu, cabai tiung Rp 50 ribu, cabai keriting Rp 40 ribu,
dan telur Rp 45 ribu. (Ai*)

BERBAGI